Minggu, 15 November 2015

Sejarah lp3i

Fenomena tidak tertampungnya lulusan pendidikan tinggi, terutama yang bergelar sarjana, di dunia kerja bukan cerita milik era tahun 2000-an saja. Bila dirunut ke belakang, sebenarnya gejala tersebut sudah mulai muncul ke permukaan sekitar duapuluhan tahun sebelumnya. Semakin hari semakin meresahkan masyarakat yang mengalaminya langsung. Namun hingga menjelang akhir 1980-an, belum ada tanda-tanda pihak yang merasa terpanggil untuk menyelesaikan masalah tersebut, baik pemerintah maupun swasta. Semua masih yakin bahwa model pendidikan yang dijalankan (oleh perguruan tinggi) pada saat itu masih yang terbaik. Tapi ternyata ada juga sekelompok generasi muda berpikiran maju yang berpendapat lain. Kelompok ini, yang dimotori oleh M. Syahrial Yusuf, merasa bahwa ada kesenjangan antara pendidikan dengan dunia kerja dan masalah ini harus segera diantisipasi. Harus ada pendidikan yang dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan dunia kerja. Atas dasar itulah, maka Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) didirikan pada 29 Maret 1989 dengan kampus pertama di Pasar Minggu - Jakarta Selatan. Melihat keberhasilan model pendidikan yang dijalankan oleh LP3I, animo masyarakat pun semakin besar. Peserta didik bukan hanya penduduk ibukota saja, bahkan dari beberapa daerah yang cukup jauh. Oleh sebab itulah, LP3I membuka kampus-kampus di hampir setiap ibukota propinsi. Kini, dengan jumlah kampus yang tersebar di 48 lokasi di seluruh Indonesia. Kiprah LP3I semakin diakui oleh masyarakat luas. Pengakuan dari dunia industri tercermin dari semakin banyaknya perusahaan yang merekrut lulusan LP3I. Sedangkan pengakuan lain datang dari dunia pendidikan dalam dan luar negeri melalui kerjasama transfer kredit dan konversi mata kuliah.


Kerjasama dengan Pihak Lain


CISCO CERTIFICATE
LP3I bekerja sama dengan PT. TELEMATIKA LINTAS NUSANTARA untuk mengembangkan Teknologi Informasi di LP3I terutama dalam bidang kurikulum dan sertifikasi CISCO International. Support yang diberikan antara lain Kurikulum CCNA, pengadaan tenaga pengajar, penyediaan CISCO Device, sertifikasi CCNA-1 dan CCNA-2 baik local maupun sertifikasi standar Internasional. Kurikulum CISCO diterapkan pada jurusan Teknik Informatika (TI), 4 sks untuk CCNA-1, dan 4 sks untuk CCNA-2.


SERTIFIKASI ISO 9001:2000
LP3I kantor Pusat dan LP3I Kramat sedang menuju implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 guna memenuhi harapan pelanggan dalam hal mutu pendidikan yang memberikan kepuasan kepada stake holder, sehingga diharapkan akan selalu memperbaiki serta meningkatkan mutu pendidikan dan mutu pelayanan secara konsisten dan berkesinambungan. Serta berupaya untuk meningkatkan sumber daya yang ada guna mencapai harapan pelanggan.Pihak LP3I kantor pusat ataupun LP3I Kramat, akan di audit oleh pihak external melalui badan sertifikasi ISO TUV Rheinland German ( PT. TUV INTERNATIONAL INDONESIA), Sertifikasi ISO 9001:2000 bisa dicabut kembali apabila pihak LP3I tidak komitmen dengan aturan yang sudah distandarkan oleh pihak ISO, serta audit akan dulang setiap 6 (enam) bulan sekali.



MICROSOFT CAMPUS AGREEMENT
LP3I bekerja sama dengan Eduluminari sebagai Microsoft Partner untuk melakukan lisensi terhadap produk Microsoft yang digunakan oleh LP3I seperti Microsoft Office, Microsoft SQL Server, Microsoft Window Server. Kontrak lisensi produk Microsoft selama 3 (tiga) tahun dari 2006-2009, dengan sistem pemabayaran dilakukan per tahun. Microsoft akan memberikan versi upgrade ke pihak LP3I setiap terbit versi baru dari produk Microsoft selama masa kontrak.

Sejarah Singkat Lp3i

Sejarah Singkat Fenomena tidak tertampungnya lulusan pendidikan tinggi, terutama yang bergelar sarjana, di dunia kerja bukan cerita milik era tahun 2000-an saja. Bila dirunut ke belakang, sebenarnya gejala tersebut sudah mulai muncul ke permukaan sekitar duapuluhan tahun sebelumnya. Semakin hari semakin meresahkan masyarakat yang mengalaminya langsung. Namun hingga menjelang akhir 1980-an, belum ada tanda-tanda pihak yang merasa terpanggil untuk menyelesaikan masalah tersebut, baik pemerintah maupun swasta. Semua masih yakin bahwa model pendidikan yang dijalankan (oleh perguruan tinggi) pada saat itu masih yang terbaik.

Tapi ternyata ada juga sekelompok generasi muda berpikiran maju yang berpendapat lain. Kelompok ini, yang dimotori oleh M. Syahrial Yusuf, merasa bahwa ada kesenjangan antara pendidikan dengan dunia kerja dan masalah ini harus segera diantisipasi. Harus ada pendidikan yang dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan dunia kerja.

Atas dasar itulah, maka Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) didirikan pada 29 Maret 1989 dengan kampus pertama di Pasar Minggu - Jakarta Selatan.

Melihat keberhasilan model pendidikan yang dijalankan oleh LP3I, animo masyarakat pun semakin besar. Peserta didik bukan hanya penduduk ibukota saja, bahkan dari beberapa daerah yang cukup jauh. Oleh sebab itulah, LP3I membuka kampus-kampus di hampir setiap ibukota propinsi.

Kini, dengan jumlah kampus yang tersebar di 48 lokasi di seluruh Indonesia. Kiprah LP3I semakin diakui oleh masyarakat luas. Pengakuan dari dunia industri tercermin dari semakin banyaknya perusahaan yang merekrut lulusan LP3I. Sedangkan pengakuan lain datang dari dunia pendidikan dalam dan luar negeri melalui kerjasama transfer kredit dan konversi mata kuliah.

Sumber : http://lp3i.ac.id/tentang_lp3i/?id=2

Sejarah Business Collage SukaBumi

Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia ( LP3I) didirikan pada tanggal 29 Maret 1989 di Jakarta. Dengan Kampus pertamanya di Pasar Minggu Jakarta Selatan.
Selanjutnya, bermula dari program kursus 6 bulan, LP3I berkembang menjadi Lembaga Pendidikan Profesi 1-2 tahun, hingga akhirnya pada tahun 2003 menjadi Politeknik.
Melihat keberhasilan model pendidikan yang dijalankan oleh LP3I, animo masyarakat dan dunia usaha semakin besar, maka saat ini LP3I telah membuka kampus-kampus baru hampir di seluruh kota-kota besar di Indonesia. Saat ini sudah ada 57 Kantor dan Kampus LP3I di seluruh Indonesia.
Kami juga mengembangkan In House Training, Kursus Singkat, Event Organizer Seminar,  Pembuatan Aplikasi atau Software Computer untuk berbagai Perusahaan.
Sudah banyak perusahaan yang merekrut Lulusan LP3I maupun bekerjasama dalam pengembangan SDM Dan Teknologi Informasi. Sedangkan pengakuan lain datang dari Lembaga Pendidikan dalam dan luar negeri melalui kerja sama transfer kredit dan konversi mata kuliah, dll.

Senin, 09 November 2015

Presentasi Bisnis yang Efektif dan Powerful


Inilah Presentasi Bisnis yang Efektif dan Powerful
  • Presentasi dengan desain sederhana namun powerful secara visual
  • Presentasi yang mampu menunjukkan poin utama Anda secara tepat dan efektif
  • Presentasi yang mampu menjelaskan ide kompleks dengan ilustrasi sederhana namun tepat sasaran
  • Presentasi yang mampu menjelaskan kesimpulan di balik data-data yang rumit
  • Presentasi yang sesuai dengan situasi aktual yang Anda hadapi di dunia kerja sehari-hari
  • Presentasi yang diambil dari contoh langsung yang biasa Anda dapatkan di dunia kerja
 Dengan presentasi ini, maka Anda akan mampu:
    • Menjelaskan poin penting secara cepat kepada audiens Anda
    • Memudahkan Anda menyampaikan presentasi tersebut kepada audiens
    • Bahkan jika presentasi tersebut harus dikirimkan lewat email tanpa kehadiran Anda sebagai presenter, maka presentasi tersebut tetap mudah dipahami

    sumber :http://www.presentasi.net/bisnis/

Business presentasi

Presentasi Bisnis

Secara definitif presentasi bisnis adalah penyampaian data, fakta dan informasi mengenai suatu produk oleh presentator kepad pihak terkait yang hadir dalam suatu forum bisnis. Teknik presentasi bisnis yang sukses ini harus dikuasai oleh BE agar BE mampu tampil ideal pada saat harus melaksanakan presentasi bisnis.
Ada beberapa acuan yang harus dipedomani pada waktu seseorang atau BE harus melakukan presentasi, yaitu kemampuan mengemukakan materi presentasi, mengemukakan data, fakta dan informasi serta pengetahuan mengenai hal-hal yang terkait dengan presentasi. Berdasarkan hasil kajian terhadap berbagai sumber, dalam penyajian materi presentasi seorang presentator harus bisa mengemukakan:

a.       Gagasan-gagasan yang konstruktif (membangun),
b.      Konsep-konsep yang kreatif,
c.       Produk-produk yang inovatif,
d.      Hasil pencapaian baru,
e.       Manfaat yang lebih pragmatis, dan
f.       Cara-cara yang lebih efektif dan efisien.
Kemudian, dalam mengungkapkan data, fakta dan informasi hendaknya:
a.       Sistematis (teratur).
b.      Logis-rasional (masuk akal, argumentatif dan kausalistik).
c.       Spontan, berani dan bertanggung jawab.
Sementara itu ada 3 hal yang terkait langsung dengan kegiatan presentasi bisnis dan harus diketahui serta dilaksanakan oleh presentator khususnya BE, yaitu:
a.       Persiapan,
Untuk melaksanakan presentasi bisnis yang sukses dibutuhkan persiapan. Aspek penting yang harus disiapkan terbagi ke dalam 3 bagian yaitu:
1.      Persiapan phisik
2.      Persiapan mental
3.      Persiapan teknis
b.      Pelaksanaan, dan
Dalam pelaksanaan presentasi bisnis umumnya dilaksanakan kegiatan-kegiatan yang antara lain dapat dibedakan menjadi 3 kelompok kegiatan yaitu:
1.      Penyajian materi atau pemaparan
2.      Diskusi atau tanya jawab
3.      Demo produk dan sebagainya.
Pada saat pelaksanaan, perlu disadari bahwa pada saat itu terjadi: olah vocal, kontak dan interaksi (OKI). Maka setiap presentator harus mampu:
1)      Menggunakan lambang bunyi sehebat mungkin baik dari segi gaya bahasanya, intonasinya dan pembendaharaan kata-katanya.
2)      Memelihara kontak sosial maupun mental dengan hadirin.
3)      Berbicara meyakinkan, mimic sesuai dengan gerak anggota tubuh yang mendukung.
4)      Membangun kepercayaan diri.
5)      Menggunakan konsep AIDA;
a)      Attention, timbulkan perhatian
b)      Interest, bangkitkan minat
c)      Desire, menumbuhkan keinginan
d)     Action, sentuh emosinya (misal menggunakan kata-kata: “Bila anda, misalnya anda dan sebagainya) agar hadirin melakukan tindakan sesuai dengan yang kita harapkan/inginkan, baik melalui bertanya maupun berencana melaksanakan apa yang kita harapkan/inginkan, sehingga ada bahan untuk melakukan follow-up.
c.       Tindak lanjut.
Hal yang paling penting dalam presentasi bisnis yakni tindak lanjut. Kegiatan ini akan bisa dijadikan tolok ukur berhasil tidaknya presentasi bisnis yang dilaksanakan. Minimal ada 3 hal yang harus dilakukan dalam melaksanakan tindak lanjut presentasi bisnis, yaitu:
1.      Melaksanakan pekerjaan yang harus dilaksanakan sehubungan dengan hasil presentasi.
2.      Mengukur tingkat keberhasilan presentasi.
3.      Membuat laporan hasil presentasi.
Melalui tindak lanjut inilah dapat diketahui tingkat kesuksesan presentasi. Hal ini ditandai bertambahnya konsumen dan pelanggan, meningkatnya keuntungan dan kepuasan berbagai pihak terkait serta berkembangnya kegiatan usaha.

Sumber :  http://hd-style.blogspot.co.id/2011/09/presentasi-bisnis.html

Selasa, 03 November 2015

Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran

Strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dimana strategi pemasaran merupakan suatu cara mencapai tujuan dari sebuah perusahaan. Hal ini juga didukung oleh pendapat Swastha “Strategi adalah serangkaian rancangan besar yang menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan harus beroperasi untuk mencapai tujuannya.”[1] Sehingga dalam menjalankan usaha kecil khususnya diperlukan adanya pengembangan melalui strategi pemasarannya. Karena pada saat kondisi kritis justru usaha kecillah yang mampu memberikan pertumbuhan terhadap pendapatan masyarakat. Pemasaran menurut W. Y. Stanton pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial.[2] Berdasarkan definisi di atas, proses pemasaran dimulai dari menemukan apa yang diinginkan oleh konsumen. Yang akhirnya pemasaran memiliki tujuan yaitu :
  1. Konsumen potensial mengetahui secara detail produk yang kita hasilkan dan perusahaan dapat menyediakan semua permintaan mereka atas produk yang dihasilkan.
  2. Perusahaan dapat menjelaskan secara detail semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran. Kegiatan pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan, mulai dari penjelasan mengenai produk, desain produk, promosi produk, pengiklanan produk, komunikasi kepada konsumen, sampai pengiriman produk agar sampai ke tangan konsumen secara cepat.
  3. Mengenal dan memahami konsumen sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya.
Pada umumnya kegiatan pemasaran berkaitan dengan koordinasi beberapa kegiatan bisnis. Strategi pemasaran ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :
  1. Faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat
  2. Faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya.
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk pemasaran : Dari sudut pandang penjual :
  1. Tempat yang strategis (place),
  2. Produk yang bermutu (product),
  3. Harga yang kompetitif (price), dan
  4. Promosi yang gencar (promotion).
Dari sudut pandang konsumen :
  1. Kebutuhan dan keinginan konsumen (customer needs and wants),
  2. Biaya konsumen (cost to the customer),
  3. Kenyamanan (convenience), dan
  4. Komunikasi (comunication).
Dari apa yang sudah dibahas di atas ada beberapa hal yang dapat disimpulkan, bahwa pembuatan produk atau jasa yang diinginkan oleh konsumen harus menjadi fokus kegiatan operasional maupun perencanaan suatu perusahaan. Pemasaran yang berkesinambungan harus adanya koordinasi yang baik dengan berbagai departemen (tidak hanya di bagian pemasaran saja), sehingga dapat menciptakan sinergi di dalam upaya melakukan kegiatan pemasaran.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran

Fungsi Dan Tujuan Manajemen Keuangan

Fungsi Manajemen Keuangan

Berikut ini adalah penjelasan singkat dari fungsi Manajemen Keuangan:
  1. Perencanaan Keuangan, membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
  2. Penganggaran Keuangan, tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
  3. Pengelolaan Keuangan, menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
  4. Pencarian Keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
  5. Penyimpanan Keuangan, mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dan mengamankan dana tersebut.
  6. Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan.
  7. Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
  8. Pelaporan keuangan, penyediaan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan sekaligus sebagai bahan evaluasi
Bila dikaitkan dengan tujuan ini, maka fungsi manajer keuangan meliputi hal-hal sebagai berikut:
  1. Melakukan pengawasan atas biaya
  2. Menetapkan kebijaksanaan harga
  3. Meramalkan laba yang akan datang
  4. Mengukur atau menjajaki biaya modal kerja

Tujuan Manajemen Keuangan

Tujuan Manajemen Keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan dijual, maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin. Seorang manajer juga harus mampu menekan arus peredaran uang agar terhindar dari tindakan yang tidak diinginkan.

Sumber:  https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_keuangan